Globalisasi merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari dalam perkembangan dunia saat ini, termasuk dalam dunia seni lukis di Indonesia. Pengaruh globalisasi terhadap karya seni lukis di Indonesia sangatlah signifikan dan memberikan dampak yang kompleks.
Salah satu pengaruh globalisasi terhadap seni lukis di Indonesia adalah adanya pertukaran ide dan inspirasi antara seniman Indonesia dengan seniman dari berbagai belahan dunia. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya seniman Indonesia yang terinspirasi oleh gaya lukis dari luar negeri dan mengadopsinya ke dalam karyanya sendiri.
Menurut Pakar Seni Lukis, Bambang Bujono, “Globalisasi telah membuka pandangan para seniman Indonesia terhadap berbagai teknik dan gaya lukis dari berbagai belahan dunia. Hal ini membuat karya seni lukis di Indonesia semakin beragam dan berkualitas.”
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh globalisasi juga membawa tantangan tersendiri bagi seniman Indonesia. Salah satunya adalah kekhawatiran akan kehilangan identitas budaya dalam karya seni lukis mereka. Beberapa seniman Indonesia mulai mencari cara untuk tetap mempertahankan unsur-unsur budaya lokal dalam karyanya, sambil tetap terbuka terhadap influensi global.
Menurut Profesor Seni Lukis, Siti Nurhaliza, “Penting bagi seniman Indonesia untuk tetap mempertahankan identitas budaya dalam karya seni lukis mereka. Namun, hal ini tidak berarti kita harus menutup diri terhadap pengaruh globalisasi. Kita harus mampu menggabungkan unsur-unsur lokal dan global dalam karya seni kita.”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh globalisasi terhadap perkembangan karya seni lukis di Indonesia memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, globalisasi membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk berekspresi dengan lebih bebas dan beragam. Namun di sisi lain, globalisasi juga menuntut seniman Indonesia untuk tetap mempertahankan identitas budaya dalam karyanya. Sehingga, seniman Indonesia harus mampu menemukan keseimbangan antara influensi global dan identitas lokal dalam berkarya.